Minggu, 29 November 2009

ISTRIKU TERKENA PENYAKIT KANKER GANAS

Istriku terkena Kanker Payudara sebelah kiri, stadium III. Sudah 6 kali Kemoterapi dan 35 kali Sinar Laser Radiologi. Kanker Payudara adalah suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara. Dari seluruh penjuru dunia, penyakit kanker payudara diberitakan sebagai salah satu penyakit kanker yang menyebabkan kematian nomer lima (5) setelah; kaker paru, kanker rahim, kanker hati dan kanker usus.
Hal ini saya ketahui setelah setahun sudah istri saya terkena kanker payudara (Carcinoma mammae). Tepatnya pada bulan Desember 2008 isteriku Ny.Demak Lubis (49 thn) merasakan ada benjolan di payudara sebelah kiri, tetapi belum sempat periksa ke rumah sakit, karena kesibukannya sebagai Ketua Panitia Natal tahun 2008 weyik XV Ciracas II pada Gereja HKBP Cijantung Jakarta Timur. Saya juga sibuk sebagai Parhalado Gereja HKBP Cijantung ditambah tugas saya sebagai Guru di SMA. Maka pada tanggal 19 Januari 2009 istriku memeriksa benjolan itu ke RSUD Pasar Rebo, kemudian oleh dokter disuruh memeriksa ke laboratorium, kemudian pihak Laboratorium Patologi Anatomik melakukan biopsi suntik. Tiga hari kemudian hasil biopsi menyatakan “Sediaan apus sitologi aspirasi jarum halus dari payudara terdiri atas sel buih, limfosit dan nekrosis. Tidak tampak sel tumor ganas, kesimpulan Mastitis”. Saya dan istri saya senang karena tidak ada tumor ganas. Dengan kesibukan saya, kami tidak memeriksakan diri lagi ke dokter, sehingga setelah empat bulan tepatnya bulan Mei 2009 bekas suntikan itu jadi bisul dan mengeluarkan nanah. Saya dan istriku mulai panik. Kemudian atas saran dari tante istri saya, supaya segera di bawa kerumah sakit dan beliau sendiri langsung mengantar istriku ke RS PGI Cikini. Maka pada hari itu juga (14 Mei 2009) istriku di biopsi untuk mengetahui/mendiagnosis kanker yang diderita istriku, sudah sejauh manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik ke organ atau jaringan sekitar maupun penyebaran ketempat jauh. Kesimpulan pemeriksaan patologi istriku dinyatakan Karsinoma duktal invasive payudara yang telah menginvasi kulit, Grade III (Ca Mammae T4 N1 Mo) atau stadium III B
Setelah istriku divonis dokter stadium III B, saya mulai mempelajari tetang kanker payudara dari buku-buku, majalah dan internet. Pengetahuan itulah yang membuat saya memahami kondisi keganasan kanker yang diderita istriku. Menurut salah satu milis di internet mengatakan bahwa stadium pada kanker adalah suatu keadaan dari hasil penilaian dokter saat mendiagnosis suatu penyakit kanker pada pasien. Untuk menentukan suatu stadium, harus dilakukan pemeriksaan klinis dan ditunjang dengan pemeriksaan penunjang lainnya yaitu histopatologi atau PA, rontgen , USG, dan bila memungkinkan dengan CT Scan, scintigrafi dll. Dari hasil pemeriksaan itu, ditentukanlah stadium, berdasarkan klasifikasi sistim TNM.
TNM merupakan singkatan dari "T" yaitu Tumor size atau ukuran tumor , "N" yaitu Node atau kelenjar getah bening regional dan "M" yaitu metastasis atau penyebaran jauh. Ketiga faktor T,N,M dinilai baik secara klinis sebelum dilakukan operasi , juga sesudah operasi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi (PA) . Pada kanker payudara, penilaian TNM sebagai berikut :
T (Tumor size), ukuran tumor :
T 0 : tidak ditemukan tumor primer
T 1 : ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang
T 2 : ukuran tumor diameter antara 2-5 cm
T 3 : ukuran tumor diameter > 5 cm
T 4 : ukuran tumor berapa saja, tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding
dada atau pada keduanya , dapat berupa borok, edema atau bengkak, kulit
payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama
N (Node), kelenjar getah bening regional (kgb) :
N 0 : tidak terdapat metastasis pada kgb regional di ketiak / aksilla
N 1 : ada metastasis ke kgb aksilla yang masih dapat digerakkan
N 2 : ada metastasis ke kgb aksilla yang sulit digerakkan
N 3 : ada metastasis ke kgb di atas tulang selangka (supraclavicula) atau pada kgb di mammary interna di dekat tulang sternum
M (Metastasis) , penyebaran jauh :
M x : metastasis jauh belum dapat dinilai
M 0 : tidak terdapat metastasis jauh
M 1 : terdapat metastasis jauh

Setelah masing-masing faktot T,N,M didapatkan, ketiga faktor tersebut kemudian digabung dan didapatkan stadium kanker sebagai berikut :
Stadium 0 : T0 N0 M0
Stadium 1 : T1 N0 M0
Stadium II A : T0 N1 M0 / T1 N1 M0 / T2 N0 M0
Stadium II B : T2 N1 M0 / T3 N0 M0
Stadium III A : T0 N2 M0 / T1 N2 M0 / T2 N2 M0 / T3 N1 M0 / T2 N2 M0
Stadium III B : T4 N0 M0 /T4 N1 M0/ T4 N2 M0
Stadium III C : Tiap T N3 M0
Stadium IV : Tiap T-Tiap N -M1

Sesuai dengan kondisi stadium pada kanker yang diderita istriku stadium IIIB (T4 N1 Mo, maka dokter tidak berani mengoperasi/mengangkat payudara yang terkena kanker. Maka dokter menyuruh untuk kemoterapi selama enam kali. Maka istriku menjalani kemoterapi yang pertama pada tanggal 15 Mei 2009; kemoterapi yang kedua tgl.5 Juni 2009; dan kemoterapi yang ketiga tgl.26 Juni 2009.Semua dalam siklus 3 minggu. Sampai kemoterapi yang kedua, rambut istriku sudah mulai rontok dan Kemoterapi yang ketiga rambut istriku sebagai mahkota kecantikan wanita sudah rontok sama sekali. Tak sanggup rasanya saya melihat penderitaan yang diderita istriku, dia menangis, dalam hatinya mengatakan bahwa saya sebagai suaminya tidak sayang lagi padanya. Dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang saya belai kepalanya yang sudah botak, saya ucapakan: ”sabar ya Ma...., kau harus kuat, kau harus pemenang di dalam Kristus Yesus Tuhan kita”.

Saya menceritakan seorang perempuan yang sudah lama sakit (Mark 5:31), mempunyai iman percaya didalam dirinya dan iman itu sangat sederhana sebagaimana dia ucapkan; Asal kujamah saja JubahNya aku akan sembuh” (mark 5:28), dan ahirnya perempuan itu (tentu dengan susah payah karena keadaan yang berdesak-desak) berhasil menjamah jubah Yesus dari belakang (Marks 5:27), hanya menjamah saja……dan apa yang terjadi….., seketika itu juga….., berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya (Mark 5:29)", luar biasa !.
Bukan hanya rambut istri saya yang rontok, tapi badanya juga turun 10 kg, tidak nafsu makan, muntah-muntah dan, badannya lemas. "Ya Tuhan, .Jangan tinggalkan aku, Ya TUHAN, Allahku, janganlah jauh dari padaku, bisikku". Saya merasakan tekanan yang begitu berat, cobaan ini terlalu berat seolah-olah tidak ada kelegaan, dan tidak seorang pun yang bisa mengerti apa yang kami alami. Bahkan rasa-rasanya Tuhanpun sudah tidak peduli dan meninggalkan kami.

Biaya satu kali Kemoterapi sebesar 6 juta rupiah, saya harus mengeluarkan dana enam kali Kemoterapi. Dari mana saya mencari dana sebesar itu, ditambah beli obat, verban, celstop yang setiap hari diganti karena nanah yang bau busuk harus terus dibersihkan.

Saya teringat di 1Kor.10:13 mengataka: Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya”. Satu hal yang patut saya syukuri, bahwa anak-anak Tuhan akan mendapat pertolongan dari Tuhan. Kita tidak akan mengalami pencobaan yang melebihi kekuatannya, karena bersama kita ada suatu kekuatan yang tidak terbatas yaitu Tuhan sendiri. Ayub sanggup melewati penderitaan yang di alaminya, karena Tuhan memberi kekuatan kepadanya. Mungkin, bila Ayub bukan orang yang hidup dan setia kepada Tuhan, dia pasti bunuh diri karena sesungguhnya pencobaan yang dialaminya melebihi dari pada kekuatan manusia normal.

Berita lulusnya saya sertivikasi sebagai guru, berarti saya mendapat tambahan satu kali gaji, terimakasih Tuhan, dapat membantu kemoterapi istriku yang ke keempat, kelima dan keenam, bahkan tak disangka, Perkumpulan Kaum Ibu Gereja HKBP Cijantung memberikan bantuan 2,5 juta kepada kami pada waktu besuk ke rumah. Rekan-rekan guru dimana aku mengajar juga mengumpulkan dana bahkan setiap Jumat silih berganti memberikan penghiburan kepada keluarga kami dan memberikan semangat kepada istriku.

Sesudah tiga minggu berlalu dari kemoterapi ketiga, tanggal 17 Juli 2009 istriku mau kemoterapi keempat, tapi karena kondisi fisik lemah dimana Hemoglobin (Hb) 7,2 , istriku harus tranfusi darah terlebih dahulu, begitu juga Leukosit 2,9 sangat rendah sehingga harus disuntikan Leukotin sebanyak 3 ampul (harga satu ampul 700 ribu rupiah). Demikianlah selanjutnya kemoterapi kelima dan keenam harus tranfusi darah dulu baru dilaksanakan kemoterapi.

Cobaan muncul lagi, dimana pada saat kemoterapi keenam pada 30/8/2009 tidak ada darah pada bank darah, berkenaan habis bulan puasa/rahmadhan 2009. Jadi satu-satu cara adalah harus donor darah. Golongan darah istriku dan saya sama-sama golongan O+. Untuk membutuhkan darah 300 cc harus donor darah 2 orang. Maka saya, serta anak saya (18 th) pergi ke PMI Jl.Kramat Raya untuk donor darah. Anakku yang takut terhadap jarum suntik, tidak menghiraukan ketakutannya demi mama tersayang. Akhirnya darahpun saya dapat, istriku dapat transfusi darah dan kemoterapi keenam pun berjalan dengan lancar. Satu lagi janji Tuhan yang berkata : "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5). Ayat ini sudah pernah saya baca, bahkan sudah pernah saya khotbahkan kepada jemaat, sebagai penatua gereja saya sering berkhotbah pada kebaktian. Tapi, kali ini saya benar-benar mengalaminya dan menerimanya, bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan dan membiarkan saya. Saya sebagai hamba Tuhan diijinkan mengalami pencobaan dan penderitaan, itu bukan berarti Tuhan sedang meninggalkan saya melainkan Tuhan sedang mengijinkan saya untuk di uji, sehingga saya lebih tekun lagi dan tetap mengandalkan pengharapan hanya kepada Tuhan.

Pada tanggal 19/10/2009 istriku harus masuk lagi rumah sakit selama 7 hari, saya tidak cemas lagi, walaupun harus tranfusi darah sebanyak 1200 cc. “Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah”. Janji Tuhan adalah janji yang pasti bagi orang yang menyerahkan kepercayaan sepenuhnya kepada Tuhan. Namun untuk menunggu kegenapan janji Tuhan dibutuhkan kesabaran dan kesetiaan.
Enam kali kemoterapi sudah usai, maka oleh doker RS PGI Cikini, istriku dikirim ke RSPAD Gatot Subroto Instalasi Radionuklir Unit Radioterapi untuk Sinar Laser. Maka, sejak 1 Okotober istriku menjalani sinar radioterapi selama 35 kali. Sinar berlangsung tiap hari kecuali Sabtu dan Minggu. Pada tanggal 20 Nopember 2009 oleh Dr.Sikma,dokter Radionuklir RSPAD, seorang dokter yang baik, ramah, serta penuh kepedulian mengatakan "Sinar" sudah selesai, setelah berlangsung 35 kali dan besar ukuran penyakit kanker sudah berkurang dan nanah yang mngeluarkan bau, sudah mulai berkurang dan mengering.
Terpujilah Tuhan yang memberkati langkah-langkah pengobatan yang kami lakukan, dan bagi setiap orang yang mengasihi serta selalu mendorong semangat sembuh terhadap istriku Tuhan memberkati.


Perkembangan selanjutnya dibarengi dengan kesaksiaan akan saya tuliskan lagi dalam judul berikutnya.

Salam, Tuhan memberkati.
dari kami Keluarga St.P.Simanjuntak
Minggu, 29 Nop 2009

1 komentar:

  1. Silahkan masuk dan wel come. Terimakasih atas komentar anda......

    BalasHapus

Pengikut